Minggu, 15 Januari 2017

Jose Mourinho Ungkap Alasan Adu Mulut dengan Jurgen Klopp Tadi Malam !!

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, buka suara soal insiden adu mulut antara dirinya dengan Jurgen Klopp pada laga Premier League 2016-2017, Minggu (15/1/2016). Mourinho menilai hal itu terjadi karena Klopp menuduh dirinya berniat untuk memprovokasi wasit.


"Dia berpikir saya mencoba untuk membuat pemainnya dikeluarkan. Padahal, saya tidak melakukan itu dan tak ada masalah untuk itu," kata Mourinho.

"Saya berpendapat pertandingan sudah berlangsung dengan baik. Wasit juga bekerja dengan baik. Begitu juga dengan para pemain yang sudah memberikan kemampuan terbaiknya dengan cara yang sangat profesional," ujar The Special One.

Komentar tersebut mengacu pada duel antara Ander Herrera dan Roberto Firmino menjelang menit-menit akhir laga. Herrera terlihat berusaha merebut bola dengan cara menghentikan pergerakan Firmino dengan cara menarik kaus.

Tindakan tersebut kemudian menimbulkan reaksi dari Firmino yang terlihat sedikit melakukan dorongan ke arah dada Herrera. Mourinho kemudian bereaksi atas tindakan tersebut. Hal itulah yang menyulut emosi Klopp yang berusaha mendatangani Mourinho.

Beruntung, pertikaian keduanya dapat diredam oleh ofisial wasit. Wasit Michael Oliver pun memberikan kartu kuning untuk Firmino dan Herrera.

Pada laga yang berlangsung di Old Trafford, ManchesterUnited hanya bermain imbang 1-1 melawan Liverpool. Gawang Setan Merah pun harus kebobolan lebih dulu melalui tendangan penalti James Milner (27), sebelum akhirnya Zlatan Ibrahimovic mencetak gol penyeimbang pada menit ke-84.

Tambahan satu poin tak mengubah posisi Manchester United di urutan keenam dengan raihan 40 poin. Adapun bagi Liverpool, hasil imbang tersebut membuat mereka turun ketiga dengan jumlah 45 poin.


Zidane Tetap Bangga pada Ramos yang Bikin Real Madrid Kalah

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku tetap bangga dengan permainan Sergio Ramos meski sang pemain mencetak gol bunuh diri. Real Madrid akhirnya kalah 1-2 dari Sevilla pada pekan ke-18 La Liga di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (15/1/2017).


Real Madrid sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-67. Namun, Sevilla mampu membalik keadaan melalui gol bunuh diri Sergio Ramos (85') dan Stevan Jovetic (90+2).

Ini merupakan kali pertama bagi Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri bersama Real Madrid di kompetisi La Liga musim ini.

"Saya bangga kepada kapten kami. Ramos telah memainkan pertandingan yang hebat. Gol bunuh diri bisa terjadi kapan saja dalam sepak bola. Dia menunjukkan kepribadian yang hebat," kata Zidane.

"Sevilla menunjukkan jika mereka penantang asli untuk trofi La Liga. Bagi kami, hasil ini menyakitkan karena hal tersebut tidak akan pernah menyenangkan. Akan tetapi, kami akan menganalisis performa dan melihat apa yang harus dibenahi," tutur Zidane.

Meski kalah, Real Madrid tetap berada di puncak klasemen sementara dengan nilai 40 dari 17 laga. Mereka unggul satu poin atas Sevilla yang berada di tempat kedua, namun sudah melakoni 18 pertandingan.

Rekor impresif Real Madrid yang tidak terkalahkan dalam 40 laga beruntun di semua kompetisi juga harus terhenti pada pertandingan ini. Skuat Zinedine Zidane terakhir kali takluk dari lawannya pada perempat final Liga Champions kontra Wolfsburg (6/4/2016). Dalam laga itu, mereka kalah 0-2.


Ander Herrera: Manchester United Tak Pernah Menyerah !!

Gelandang Manchester United Ander Herrera menyebut timnya pantang menyerah dan menilai rekan setimnya sudah berusaha maksimal meski akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 kala menghadapi Liverpool, Minggu (15/1) malam WIB.


Dalam lanjutan LigaPrimer Inggris matchday ke-21 tersebut, United justru tertinggal terlebih dahulu lewat sepakan penalti James Milner menyusul handball Paul Pogba, sebelum Zlatan Ibrahimovic menyamakannya di akhir paruh kedua.

Mengenai hasil semalam, Herrera menyatakan: “United tak pernah menyerah! Sungguh disayangkan gagal memetik 3 poin untuk fans kami. mari alihkan fokus untuk laga berikutnya,” tulisnya di Twitter.
Adapun hasil di Old Trafford semalam tidak mengubah posisi United di klasemen dengan mereka berada di urutan keenam, sementara Liverpool bercokol di posisi ketiga.


Paulo Sousa: Fiorentina Layak Bekap Juventus Tadi Malam !

Secara tak terduga Juventus harus mengakui keunggulan 2-1 milik Fiorentina, pada giornata 19 Serie A Italia, Senin (16/1) dini hari WIB.



Kekalahan tersebut jadi derita keempat Si Nyonya Tua di Serie A musim ini, dengan kesemuanya terjadi di partai tandang. Sementara buat La Viola, ini adalah kemenangan perdana mereka atas sang rival di Serie A sejak 2013.

Tak pelak bila pelatih Fiorentina, Paulo Sousa, begitu girang. Ia menyebut anak asuhnya layak raih kemenangan dan ingin performa seperti ini dipertahankan.

"Setiap pertandingan harus berjalan seperti ini untuk Fiorentina. Jika kami bermain dengan gairah, rasa lapar, determinasi dan intensitas seperti ini, kami bakal sangat sulit dikalahkan," ujar Sousa, seperti dikutip Mediaset Premium.

"Kami sukses tak terpengaruh permainan lawan. Kami memiliki struktur jelas dan miliki ide sendiri, jadi kami terus mencoba keluar dari tekanan. Kemudian kami mampu mengontrol permainan.

"Kami memiliki lebih banyak tembakan tepat sasaran, lebih banyak peluang mencetak gol, dan transisi kami luar biasa. Dalam semua kasus, tim menginterpretasikan permainan menyerang dan bertahan, jadi kami layak memenangkan pertandingan ini!" tandasnya semringah.


Alasan Miralem Pjanic Tak Dimainkan Tadi Malam !

Secara mengejutkan Juventus harus mengakui keunggulan 2-1 milik Fiorentina, pada giornata 19 Serie A Italia, Senin (16/1) dini hari WIB.



Kekalahan tersebut jadi derita keempat Si Nyonya Tua di Serie A musim ini, dengan kesemuanya terjadi di partai tandang.

Satu kejanggalan hadir tatkala Juve secara tak terduga memarkir gelandang andalannya, Miralem Pjanic, tak memainkannya. Sang pelatih, Massimiliano Allegri, pun mengungkap alasannya.

"Dalam sesi latihan terakhir, sayangnya, Pjanic memiliki masalah pada ototnya," ungkap Allegri, seperti dikutip Corrie della Sera.

"Mempertimbangkan bobot laga melawan Fiorentina, saya pun memutuskan untuk tak memainkannya meski membawanya. Saya enggan mengambil risiko lebih parah pada cederanya," pungkas sang juru taktik.